30 Januari 2016

Indonesia Dan Jepang Ditinggalkan Ford? Ini Alasannya!

Bagus Susanto, Managing Director FMI (Ford Motor Indonesia) mengungkapkan alasan mengapa Ford meninggalkan Indonesia Dan Jepang sebagaimana dilansir oleh otomotif.liputan6.com.

Ford Motor Indonesia (FMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) resmi memberikan pengumuman pengunduran dirinya dari pasar otomotif nasional. Mereka pun menegaskan, akan menarik diri dari segala aktivitas mulai dari penjualan hingga purna jual.

Bukan perkara mudah bagi Ford melakoni kompetisi di Indonesia. Menurut Suwadji Wirjono, pelaku bisnis otomotif, ada sejumlah hal yang menyebabkan jenama Amerika Serikat (AS) itu tak bertaring melawan mobil-mobil Jepang.

Suwadji mencontohkan General Motors (GM) yang mengakuisisi Daewoo Korea Selatan untuk memanfaatkan portofolio yang ada dalam mengembangkan produk khusus pasar Asia.

"Sedangkan Ford setelah melepas Mazda jadi nggak punya portofolio," imbuh dia. Praktis, Ford sulit memenuhi permintaan pasar di kawasan Asia, khususnya Jepang dan Indonesia.

"Belum lagi yang jadi masalah adalah harganya. Padahal Ford belakangan sudah punya dukungan yang bagus untuk after sales. Tapi balik lagi ketika produk nggak support, ya nggak bisa," imbuh dia.

Yang jadi kendala kemudian adalah permintaan setir kanan untuk pasar Indonesia. "Sebagaimana diketahui, mobil Ford sekarang itu kan produk global dan nggak cocok sama di sini," turut Suwadji.

Dalam keterangan selanjutnya menuturkan seluruh kegiatan penjualan dan impor kendaraan mulai paruh kedua tahun ini. Sebagaimana dikutip Reuters, alasan dibalik penghentian operasi ini adalah karena dua faktor, yakni minimnya penjualan dan tak adanya pabrik perakitan.

Mengutip data Gaikindo, FMI membukukan wholesale sebesar 4.986 unit. Di Indonesia, pabrikan Amerika ini meniagakan Focus, EcoSport, Fiesta, Everest, dan Ranger. Di dalam negeri pabrikan hanya menguasi 0,6 persen market share.

Tiga mobil terlaris Ford di Indonesia sepanjang tahun lalu adalah Focus Trend 1,6 liter (4.954 unit), EcoSport (2.713 unit), dan Ranger (1.315 unit).

Referensi otomotif.liputan6.com.
Tidak ada komentar: