19 Desember 2015

5 Hewan Hasil Pembiakan Alami Dan Unik

Beberapa hal unik yang ada di dunia adalah tak bisa lepas dari kuasa Tuhan. Meski sulit untuk dicerna dengan akal namun hal tersebut adalah bagian dari dunia yang fana ini.

Gambar 5 Hewan Hasil Pembiakan Alami Dan Unik - Upayawan

Salah satunya adalah jenis-jenis hewan yang jumlahnya mungkin jutaan spesies selama bumi ini telah ada. Dengan beragam penampilan, rupanya ada beberapa spesies hewan yang dianggap manusia merupakan gabungan satu hewan dengan lainnya. Kenapa demikian? Karena hewan-hewan itu tampak seperti bentuk hewan lain dan uniknya ada di dunia. Kira-kira spesies dari hewan apa saja ya? Dan, apakah kamu percaya?

Adapun 5 Hewan Hasil Pembiakan Alami Dan Unik, yaitu:
  1. Chevrotain. Chevrotain memang rusa tikus yang benar-benar ada. Jika melihat bagian atasnya, maka dia tampak seperti campuran tikus tupai ukuran normal, tapi jika melihat bagian kakinya, maka akan sulit percaya bahwa hewan ini seukuran rusa. Ingin membuktikannya? Chevrotain bisa ditemukan di beberapa hutan di Asia Selatan sampai Asia Tenggara dengan wilayah endemik di hutan hujan tropis kawasan Afrika Tengah dan Barat.
  2. Pichiciego. Pichiciego adalah armadillo warna merah muda yang berasal dari Argentina. Hewan nokturnal ini dianggap paling kecil dari seluruh spesies armadillo. Dengan sepasang cakar berukuran besar, armadillo akan menyergap mangsa mereka yang paling utama, semut.
  3. Piglet Squid. Jarang bisa difoto karena memang tinggal di kawasan laut dalam. Piglet squid diduga memiliki pemancara cahaya organ yang disebut photophores.
  4. Colugo. Colugo, atau disebut lemur bagi masyarakat Asia Tenggara. Bahkan yang terbaru, hewan ini ditetapkan sebagai lemur terbang yang dekat dengan kerabat non primata. Disebutkan, lemur bisa meluncur sampai 230 meter dalam sekali terbang.
  5. Saiga. Hewan ini disebut saiga dan hidup di kawasan stepa Mongolia dan Rusia. Bahkan tanduk lilinnya sering digunakan sebagai pengobatan tradisional China. Saiga bisa memakan tanaman beracun yang dianggap berbahaya bagi hewan lain. Ratusan tahun lalu, ternak saiga dikabarkan menutup sebagian Eropa dan Amerika Utara. Populasi mereka menurun ketika Uni Soviet melakukan perburuan.
Sumber: kaskus.co.id
Tidak ada komentar: