17 Desember 2015

5 Jenis Kucing Di Indonesia Yang Terancam Punah

Kekayaan Indonesia sangatlah beragam namun kekayaan tersebut terutama kekayaan satwa tersebut akan segera hilang dari muka bumi jika tidak dapat dilestarikan. Salah satu kekayaan satwa yang ada di Indonesia adalah beberapa jenis kucing yang bisa dijumpai pada beberapa wilayah di Indonesia.

Gambar 5 Jenis Kucing Di Indonesia Yang Terancam Punah - Upayawan

Banyak dari kita hanya mengetahui beberapa jenis kucing di Indonesia, apalagi bagi kita yang tinggal di daerah perkotaan yang sudah banyak di dominasi oleh jenis kucing dari luar negeri seperti Persia, Anggora, Himalaya dan banyak lagi. Mungkin bagi kita orang awam jenis kucing yang kita ketahui hanya kucing kampung saja yang berasal dari Indonesia, tetapi jangan salah ternyata di negeri kita yang kita cintai ini “Indonesia” juga memiliki banyak sekali jenis jenis kucing yang eksotis, tetapi beberapa diantaranya sudah terancam punah.

Jenis apa saja yang terancam punah? mari kita telisik beberapa diantaranya.

Kucing Merah
Kucing ini termasuk salah satu hewan endemik dari Pulau Kalimantan. Keberadaannya sudah dikategorikan sebagai hewan yang hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Seperti namanya bulu kucing ini memang tampak kemerahan dan di dunia internasional lebih dikenal dengan nama Bornean Bay Cat karena keberadaanya tadi yang hanya ada di Pulau Borneo (Kalimantan). Walaupun sudah dianggap hampir punah tetapi belum ada data yang pasti mengenai populasi kucing eksotis ini.

Kucing Berkepala Datar (Flat headed)
Kucing ini tersebar di Pulau Sumatera juga Kalimantan. Sejak tahun 2008 lalu kucing ini sudah dikategorikan sebagai hewan yang hampir punah oleh IUCN. Selain kepalanya yang seperti datar kucing ini memiliki corak bulu yang berwarna coklat kemerahan di dahinya dengan warna dominan coklat gelap pada badannya dam memiliki bintik putih di bagian perutnya. Diperkirakan di tahun 2008 hanya tersisa 2.500 ekor dan hanya beberapa ekor yang berada di penangkaran.

Kucing Hutan (Asian Leopard Cats)
Kucing ini termasuk dalam genus Prionailurus dan spesies Prionailurus Bengalensis (P.B). Terdapat 3 jenis kucing hutan yang hidup di Indonesia yaitu sub spesies P.B Javanensis penyebarannya di jawa-Bali, P.B Sumatranus di Sumatra, dan P.B Borneoensis di Kalimantan. Selain P. b. iriomotensis yang berstatus terancam oleh IUCN subspecies lain masih tergolong resiko rendah, tetapi tetap saja kucing ini masuk dalam daftar hewan yang dilindungi dan tidak boleh lagi ada yang memeliharanya.

Kucing Bakau (Fishing Cat)
Kucing yang habitatnya berada di bakau, rawa ataupun tepian sungai yang terkena pasang surut air laut di beberapa daerah Jawa. Oleh pemerintah kita sendiri kucing bakau ini termasuk hewan yang dilindungi dengan peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999, Begitu juga oleh IUCN. Kucing bakau ini adalah salah satu spesies kucing yang tidak takut air, bahkan kucing ini justru dapat menyelam untuk menangkap mangsanya yang berupa ikan, katak, unggas air, dan udang. Bakatnya ini didukung dengan adanya lapisan selaput pada kukunya sehingga dapat berenang dengan baik. Berdasarkan informasi yang ada kucing ini sudah di konservasi di area suaka marga satwa Way Kambas (sumatera).

Kucing Batu (Marble Cat)
Kucing ini tersebar di beberapa negara di asia selatan dan tenggara salah satunya Indonesia. Di Indonesia sendiri, kucing ini tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Oleh UICN kucing batu ini termasuk hewan yang dianggap rentan dan harus dilindungi selain itu juga kucing ini di lindungi oleh undang-undang di Indonesia. Kucing batu ini merupakan pemanjat pohon yang handal dan hampir menghabiskan seluruh harinya diatas pohon terkecuali saat ingin berburu, baru ia akan turun dari atas pohon. Diperkirakan populasi kucing batu di seluruh dunia hanya ada sekitar 10.000 ekor. Diprediksi jumlahnya akan terus menurun setiap tahunnya akibat dari alih fungsi hutan sebagai lahan pemukiman dan pertanian, serta kebakaran hutan.

Sumber: kaskus.co.id
Tidak ada komentar: