13 Desember 2015

Profil Sukhoi Su-24

Kedaulatan harus diwujudkan termasuk di area udara. Sebagai konsekuensi area Indonesia yang luas maka penguatan terhadap penjagaannya pun harus semakin ditingkatkan yang mana salah satu caranya adalah dengan melakukan pengadaan alat tempur udara seperti pesawat terbang contohnya Sukhoi.

Sukhoi memang lebih dikenal sebagai pembuat pesawat tempur. Menilik sejarahnya, Sukhoi merupakan perusahaan yang dibangun oleh Pavel Sukhoi, ahli aviasi yang ‘dibentuk’ oleh suasana perang. Ini menyebabkan Pavel Sukhoi mendalami desain pesawat yang digunakan untuk kepentingan perang.

Sejarah perusahaan ini tidak bisa terlepas dari seorang Pavel Sukhoi, salah seorang desainer pesawat Soviet terhebat.

Sukhoi lahir di tahun 1910. Masa awal karirnya banyak didera kegagalan. Sukhoi pernah jadi anak didik Andrey Tupolev, bapak aviasi modern Rusia. Dari tahun 1920 hingga 1930 Sukhoi bekerja sebagai insinyur senior pada Tupolev di TsAGI (Institut Pusat Aero-Hidrodinamik), disini Sukhoi sempat merancang beberapa pesawat pengebom dan pesawat tempur.

Pada September 1939 pemerintahan Rusia menunjuk Sukhoi untuk mengepalai sebuah organisasi baru bernama OKB-134 (sebuah biro desain eksperimental) di kota Kharkov, Ukraina. Selama menjabat di organisasi ini antara tahun 1930 dan 1940an Sukhoi berhasil memproduksi beberapa desain gemilang, namun tersandung kecelakaan saat tes, oposisi politik, dan Stalin. Setelah PD Stalin menunjuk Sukhoi untuk bersama beberapa desainer aviasi rusia terkemuka untuk membangun pesawat tempur Rusia generasi pertama. Sukhoi pun menggunakan pesawat Jerman Me 262 sebagai fondasi penciptaan pesawat tempur Su-9 miliknya.

Sukhoi Su-24 (kode NATO: 'Fencer') adalah sebuah pesawat penyerang segala cuaca supersonik Uni Soviet yang paling maju pada tahun 1970-1980an. Pesawat ini diawaki dua orang, mempunyai dua mesin dan merupakan pesawat Soviet pertama yang memiliki perangkat navigasi dan serang digital terintegrasi. Secara fisik mirip dengan General Dynamics F-111 Aardvark dari Amerika Serikat, namun memiliki kemampuan mendekati Panavia Tornado IDS dari Inggris dan Jerman.

Gambar Sukhoi Su-24 Fencer - Upayawan

Spesifikasi Sukhoi Su-24
  • Panjang: 22,67 m (80 kaki 6 inci).
  • Rentang sayap: Sayap terbuka 17,63 m (57 kaki 10 inci), sayap tekuk 10,36 m (34 kaki).
  • Tinggi: 6,19 m (20 kaki 3 inci).
  • Luas sayap: 55,2 m2 (594 kaki2).
  • Berat kosong: 22.300 kg (49.160 lb).
  • Berat maksimum lepas landas: 39.700 kg (87.500 lb).
  • Mesin: 2 Saturn/Lyulka AL-21F-3A turbojet, daya dorong 75 kN, 110kN dengan afterburner (16.900 lb / 24.700 lb) tiap mesin.
  • Kecepatan maks: Mach 1.1 / 1.340 km/j (350 mph) di permukaan laut; 1.550 km/j (960 mph) di ketinggian.
  • Jarak tempuh: 560 km (350 mil) dengan konfigurasi lo-lo-lo membawa beban 3000 kg dan tangki cadangan; 2500 km (1550 mil) terbang ferry.
  • Ketinggian maks: 11.000 m (36.100 kaki).
  • Rate-of-climb: 150 m/d (29.500 kaki/menit).
  • Wing loading: 651 kg/m2 (133 lb/kaki2).
  • Thrust/weight ratio: 0,62.

Persenjataan Sukhoi Su-24
  • 1 Canon GSh-6-23 23mm dengan 500 peluru.
  • 8 gantungan senjata dengan beban maksimum 8000 kg (17,600 lb), termasuk: 4 rudal udara-permukaan Kh-23 (AS-7 'Kerry'), 4 rudal penuntun laser Kh-25ML (AS-10 'Karen'), 2 rudal Kh-28 (AS-9 'Kyle'), Kh-58 (AS-11 'Kilter') atau rudal antiradar Kh-31P (AS-17 'Krpyton'), 3 rudal Kh-29L/T (AS-14 'Kedge'), 2 rudal Kh-59 (AS-13 'Kingbolt'), 2 bom penuntun laser/TV KAB-500KR / KAB-500L, general-purpose bombs, kanon eksternal (gun pods) atau bom nuklir taktis, roket S-5 55mm, S-8 80mm atau S-13 120mm, 2 rudal udara-udara R-60 (AA-8 'Aphid') atau R-73 (AA-11 'Archer').

Sumber: kaskus.co.id
Tidak ada komentar: