10 Desember 2015

PS TNI: Klub Sepakbola Amatir Yang Suporternya Paling Ditakuti Di Dunia

Menyusul kevakuman liga sepakbola di Indonesia, penyelenggaraan Piala Jenderal Sudirman 2015 memberikan warna tersendiri bagi perkembangan persepakbolaan Indonesia. Piala Jenderal Sudirman 2015 tidak saja diikuti oleh klub sepakbola Indonesia yang ternama namun juga menghadirkan para tentara yang tergabung dalam PS TNI.

Gambar PS TNI - Upayawan

Tim amatir, PS TNI, berhasil mencuri perhatian di Piala Jenderal Sudirman. Tim asuhan Suharto AD itu memperlihatkan performa apik dan secara mengejutkan berhasil meraih dua kemenangan dalam dua laga awal Grup C. PS TNI mempencundangi dua klub Indonesia Super League (ISL), yakni Surabaya United 2-1 (15/11/2015) dan Pusamania Borneo FC lewat adu penalti 8-7 (2-2) pada18 November 2015. Dua kemenangan itu mengantarkan Legimin Raharjo dkk. ke puncak klasemen Grup C dengan koleksi lima poin.

Tim yang yang dipimpin Pangkostrad, Letjen TNI Edy Rahmayadi itu pun, mendadak populer di dunia maya. Tim yang dibesut Suharto ini pemain dan ofisial juga bagian dari klub Divisi Utama, PSMS Medan yang pada bulan Agustus silam jadi juara Piala kemerdekaan. Untuk pendukung sepakbola PS TNI hampir seluruh supoternya berasal dari TNI, Ratusan tentara yang mengenakan pakaian marinir memenuhi tribun stadion. Mereka hadir sebagai suporter PS TNI. Maklum, PS TNI adalah klub amatir yang berasal dari TNI.

Sebagian tentara mengenakan kaos seragam sambil membawa syal yang bertuliskan 'PS TNI Marinir'. Mereka bersorak meneriakan yel-yel penyemangat dengan lantang untuk mendukung pemain PS TNI yang sedang berjuang di lapangan. Bahkan, mereka juga melakukan koreografi untuk mendukung Abduh Lestaluhu dkk. layaknya suporter profesional. Selain para tentara, ada pula istri dan anak-anak serta kerabat yang turut hadir untuk memberikan semangat kepada PS TNI. Mereka memakai seragam serba hijau, sebagai warna dasar kebanggaan TNI.
Tidak ada komentar: